Jumat, 03 Oktober 2014

Trend Gadget Jadi Gaya Hidup Masa Kini

Trend Gadget Jadi Gaya Hidup Masa Kini

Gadget Trend Masa Kini – Dewasa ini, bahkan satu bulan ini saja hampir dapat dipastikan bahwa ada yang berencana membeli gadget terbaru. Apa sih gadget itu?

Gadget adalah suatu peranti atau instrumen yang memiliki tujuan dan fungsi praktis spesifik yang berguna yang umumnya diberikan terhadap sesuatu yang baru. Perangkat elektronik yang bisa dibawa kemanapun dengan praktis ini dianggap dan dirancang secara berbeda dan lebih canggih dibandingkan teknologi normal yang ada pada saat penciptaannya.


Gadget sekarang ini menjadi alat komunikasi yang sangat penting dan paling di gemari. Di zaman yang serba instant ini di butuhkan sekali komunikasi yang cepat untuk mendapatkan informasi terkini. Selain di jadikan alat komunikasi gadget sudah menjadi trend an gaya hidup di masyarakat era globalisasi. Salah satu diantaranya adalah penggunaan Handphone yang sekarang sudah banyak di konsumsi oleh masyarakat dan sudah menjadi kebutuhan yang sangat penting. Orang menggunakan handphone bukan lagi hanya sebagai alat komunikasi belaka atau hanya untuk menelpon atau mengirimkan sms. Tetapi juga menggunakan fasilitas-fasilitas dalam handphone misalnya kamera digital,musik mp3 dan fasilitas-fasilitas lainnya yang memberikan kenyamanan pada si pengguna handphone

Sejarah handphone

Di era globalisasi ini masyarakat sudah menjadi masyarakat informasi di mana mereka lebih mengutamakan akses informasi. Informasi seolah menjadi kebutuhan yang sangat pokok yang tidak bisa mereka abaikan di situ saja. Karena itu masyarakat zaman sekarang yang nota bene masyarakat informasi sangat membutuhkan media komunikasi yang bisa menyampaikan informasi secepat mungkin. Dengan semakin berkembangnya teknologi, penemuan alat komunikasipun makin canggih Misalnya saja handphone. Siapa tak kenal handphone atau ponsel (telepon selular)? Diperkenalkan pada tahun 1980-an, kini peralatan komunikasi ini sudah jadi perlengkapan sehari-hari.

Revolusi di bidang pertelekomunikasian memang telah sampai pada tahapan yang dahsyat. Ketika aktivitas sehari-hari telah begitu overlaps (saling tumpang tindih), peralatan canggih ini selanjutnya menjadi alat yang menentukan. Ia bisa digunakan sebagai penyampai pesan dan kabar penting selain sebagai media untuk perbincangan ringan, yang mana kaum muda biasa menyebutnya ‘ngobrol gaul’.

Ponsel sendiri sebenarnya bukan peralatan yang benar-benar canggih. Alat ini pada prinsipnya hanyalah sebuah radio transceiver (transmitter-receiver/pengirim-penerima) biasa, mirip walkie-talkie atau handie-talkie yang kerap jadi perlengkapan standar polisi atau petugas sekuriti. Bagian utama dari peralatan telekomunikasi ini adalah osilator sebagai pembangkit sinyal radio, penguat frekuensi radio, pencampur (mixer), pencacah gelombang (detector), dan penguat sinyal audio

handphone menjadi gaya hidup

Seiring dengan terus berkembangnya perusahaan yang memproduksi handphone sehingga bermunculan handphone-handphone dengan berbagai macam merek, dan harganya yang semakin terjangkau bukan hanya oleh si kaya tetapi hamper setengah penduduk khususnya di Indonesia menggunakan handphone. Sehingga handphonesudah menjadi alat yang setengah primer di kalangan masyarkat Indonesia. Bahkan orang menggunakan handphone bukan karena fungsi dasarnya. Tampilan handphone dan fasilitas-fasilitas yang terdapat di dalammya yang menjadi pertimbangan orang dalam membeli dan memlih handphone yang akan dsi gunakan. di masyarakat orang yang menggunakan handpone terbaru dan tercanggih akan menambah kepercayaan dirinya dan di anggap “wah” oleh orang lain. Handphone sudah bukan merupakan alat komubikasi saja twetapi menggunakan handphones sudah menjadi sebuah “gengsi” di masyarak Indonesia.

Kesimpulan Dan Saran

A. Kesimpulan

Handphone sudah bukan menjadi alat komunikasi saja diera globalisasi ini, tetapi juga sudah menjadi kebutuhan yang sangat pokok bagi masyarakat informasi. Selain itu juga handphone sudah menjadi gaya hidup masyarakat masa kini. Peluang ini dimanfaatkan oleh pihak perusahaan yang memproduksi alat komunikasi ini.

B. Saran

Bagi pengguna handphone, hendaknya harus pintar-pintar dalam memilih produk handphone yang akan digunakan. Jangan hanya tergiur dengan harga murah dan tampilan fisiknya saja. Pengguna juga harus bisa memilih merk handphone yang sudah dipercaya di masyarakat dunia.


http://ardiantopamungkas.blog.com/2011/01/09/trend-handphone-jadi-gaya-hidup-masa-kini/

Sabtu, 05 Juli 2014

MENUJU PEMILU YANG ADIL, JUJUR DAN BERSIH

MENUJU PEMILU YANG ADIL, JUJUR, DAN BERSIH

BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Pemilihan umum (pemilu) di Indonesia pada awalnya ditujukan untuk memilih anggota lembaga perwakilan, yaitu DPR, DPRD, dan DPD. Setelah amandemen ke-IV UUD 1945 pada 2002, pemilihan Presiden dan Wakil Presiden (Pilpres), yang semula dilakukan oleh MPR, disepakati untuk dilakukan langsung oleh rakyat sehingga pilpres pun dimasukan ke dalam rezim pemilihan umum. Pilpres sebagai bagian dari pemilihan umum diadakan pertama kali pada pemilu 2004. pada 2007, berdasarkan UU No.22 Tahun 2007, pemilihan Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah (Pilkada) juga dimasukan sebagai bagian dari rezim pemilihan umum. Ditengah masyarakat, istilah “pemilu” lebih sering merujuk kepada pemilu legislatif dan pemilu presiden dan wakil presiden yang diadakan lima tahun sekali.

B.     Rumusan Masalah
Agar makalah ini lebih tersusun rapi maka perlu dibuat suatu rumusan masalah sebagai acuan dalam penulisan makalah ini. Adapun rumusan masalahnya adalah
a.       Sosok yang muncul menjadi bakal calon presiden Indonesia 2014-2019
b.      Bagaimna kekuatan mesin politik dalam pemilu 2014





c. ISI
Kandidat-kandidat Calon Presiden (Capres) akan bertarung di Pemilu Presiden dan Wakil Presiden Indonesia berikutnya akan diselenggarakan pada tahun 2014. Ini akan menjadi pemilihan presiden langsung ketiga di Indonesia, dan bagi presiden yang terpilih akan mempunyai jabatan tersebut pada jangka waktu sampai lima tahun.
Berikut adalah kandidat-kandidat Capres untuk Pilpres 2014:
Prabowo Subianto, Ketua Dewan Pembina Partai GERINDRA
Joko Widodo, Gubernur DKI Jakarta

liki gambaran siapa gerangan yang akan berkuasa di negeri ini. Meskipun berpenduduk mayoritas muslim, namun dominasi kemengan partai abangan atau nasionalis tetap terjadi. Masyarakat yang mayoritas muslim tidak serta merta memilih partai yang berbasis keislaman.

Sebaliknya partai yang duduk di tiga teratas adalah partai nasionalis; PDI, Golkar dan Gerindra. PDIP nampaknya memiliki kesempatan besar kali ini untuk mengusung Jokowi sebagai presiden. Setelah diumumkan beberapa hari menjelang pencoblosan, Partai berlambang banteng ini mulai bergerilya mencari pendukung untuk pemenangan pemilu. Hasilnya PDI menurut hasil survey menduduki urutan pertama dengan perolehan suara mendekati 20 persen. Perolehan suara ini nampaknya masih sangat mengecewakan PDIP, pasalnya target perolehan mereka minimal adalah 25 persen.

Sementara itu, Partai Golkar nampaknya masih ada di hati masyarakat, meskipun partai ini sempat hampir pudar pasca kejatuhan Suharto, tetapi sampai pada pecoblosan 9 April 2014 Partai ini masih memiliki posisi yang sangat setrategis. Dengan perolehan suara yang lebih dari 10 persen, partai ini masih memiliki kekuatan dibandingkan dengan partai-partai islam lainnya. Itulah sebabnya partai ini dengan percaya diri sudah mengajukan ARB, Abu Rijal Bakri sebagai calon presiden.

Partai pendatang baru yang mendapat berkah pada pencoblosan kali ini adalah Gerindra. Partai baru ini langsung melejit berkat karisma Prabowo. Sistem komunikasi effectif yang digunakan partai ini nampaknya mampu mendongkrak elektablilitas partai ini hingga menjadi 3 besar. Meningkatnya pendapatan suara partai berlambang kepala garuda ini juga tidak lepas dari idealisme Prabowo yang nampaknya memang menjanjikan masyarakat Indonesia. Sebagai mantan Jendral Prabowo nampaknya mampu menggiring opini publik dengan pidato-pidatonya yang lantang dan tegas. Gagasan yang digaungkan oleh prabowo pun lebih jelas daripada calon lain. Jika dibandingkan dengan Jokowi yang meskipun medapat dukungan di berbagai lembaga survey, tetapi dari segi idealisme dan impian indonesia belum pernah terlihat.

Melihat peta politik pasca pencoblosan 9 April, nampaknya hanya ada tiga kekuatan besar yang sudah nampak di depan mata. Hal ini terutama jika dilihat dari perolehan suara partai. Jokowi representasi dari PDIP, ARB Golkar sedang Prabowo Gerindra. Dari tiga calon kuat ini nampaknya hanya Jokowi dan Prabowo yang akan mendominasi arus suara pada pemilihan presiden. Hal ini mengingat dua calon ini sampai saat ini belum ada celahnya. Berbeda halnya dengan ARB yang bakal mengalami keberatan di beberapa daerah mengingat ARB masih memiliki hutang pada rakyat Jawa Timur, khususnya masalah Lapindo yang sampai saat ini belum bisa diselesaikan.

Tiga arus besar yang sudah mendominasi percaturan bursa calon presiden itu nampaknya akan memudar jika partai-partai islam bersatu. Partai islam sebenarnya memiliki kekuatan strategis dalam bargaining politik di dalam memperebutkan kursi kekuasaan di negeri ini. Sayangnya, dalam beberapa kesempatan salah satu partai islam sudah menyatakan diri untuk tidak berkoalisi. Hal ini tentu akan menjadi masalah tersediri sehingga partai-partai islam yang seharusnya memiliki kekuatan sekitar 30an persen ini akan terbuang percuma.

Partai yang berbasis ke-islaman nampaknya memang akan sangat berat untuk melakukan koalisi mengingat mereka tidak memiliki tokoh central yang bisa menyatukan mereka. Jika saja mereka mau sebenarnya ada tokoh Jusuf Kala yang memiliki track record bersih. Tokoh ini lumayan memiliki kekuatan, meskipun secara politik dia tidak memiliki partai. Isu yang berkembang JK akan disandingkan dengan Jokowi nampaknya hanya sebuah isu belaka. Bisa jadi isu ini untuk memecah agar partai-partai Islam tidak bisa bersatu.

Melihat peta perpolitikan yang sedemikian kompleks, tidak ada satu partai pun yang melebihi 25 persen perolehan suara. kepemimpinan negeri ini akan di bawa pada dua kekuatan nasional yang berbeda. Jokowi merupakan representasi kepemimpinan yang santun dan sederhana sedang representasi kedua adalah Prabowo. Dua calon presiden ini nampaknya akan mengerucut menjadi kekuatan besar yang akan menjadi pilihan rakyat negeri ini.

Mengingat budaya ketimuran masih sangat kuat bercokol di dalam masyarakat kita. Rakyat Indonesia masih menggandrungi model kepemimpinan seperti Jokowi yang bisa mendamaikan mereka. Model kepemimpinan yang santun dan sederhana adalah pilihan mayoritas masyarakat negeri ini. Meskipun demikian model kepimpinan Jokowi bukanlah sebuah kepemimpinan yang ideal mengingat pembangunan nengeri ini membutuhkan terobosan-terobossan besar. Masih banyak masalah besar yang membutuhkan pemimpin yang visioner dan berani di dalam mengambil langkah penyelesaian masalah bangsa ini.


Idealnya, Prabowo memiliki potensi besar di dalam menyelesaikan persoalan di negeri ini. Prabowo memiliki ketegasan yang bisa menyelesaikan persoalan-persoalan riil bangsa ini. Meskipun Prabowo nampaknya akan menghadapi tantangan besar baik dari dalam maupun dari luar, terutama negara-negara yang merasa terancam kepentingannya dinegeri ini. Disamping itu rakyat juga belum terbiasa dengan model kepemimpinan yang visioner seperti Prabowo. Figur karismatik yang santun dan rendah hati nampaknya yang masih akan mendominasi model kepemimpinan yang dikehendaki rakyat negeri ini.

Selasa, 01 Juli 2014

LINGKUNGAN HIDUP

Lingkungan Hidup



Indonesia merupakan negara dengan kekayaan lingkungan hidup yang tiada terkira, sayangnya tingkat kerusakan lingkungan hidup di Indonesia juga sangat tinggi dan mimiriskan. Yang menyebabkan Hutan kita semakin berkurang populasinya dan semakin menyedihkan

Pemanasan global adalah suatu isu serius yang membutuhkan aksi sesegera mungkin untuk bisa diselesaikan. Kita tidak dapat membiarkan diri untuk menunda-nunda ketika berkaitan dengan pemanasan global karena semakin lama kita menunda akan semakin besar juga efeknya untuk planet kita ini.

Menyelamatkan planet kita merupakan hal yang sangat penting untuk generasi masa depan. Dengan melakukan hal tersebut berarti kita memberikan kesempatan kepada mereka untuk bergembira dan tumbuh berkembang seperti yang kita lakukan di Bumi sekarang ini. Karena apa yang kita miliki sekarang merupakan pinjaman dari generasi sebelum kita untuk diteruskan ke generasi sesudah kita. 

Namun kenyataannya planet kita saat ini terancam dengan berbagai macam jenis resiko dan bahaya termasuk menipisnya lapisan ozon, polusi dan pembalakan hutan liar serta masih banyak ancaman lainnya.

Maka dari itu di sini di perlukan peran dari setiap Individu untuk bisa menjaga lingkungan hidup di sekitar kita. Diharapkan  partisipasinya untuk bekerjasama saling bantu membantu dalam menghentikan pemanasan global.

Ingat bahwa melakukan suatu tindakan untuk menyelamatkan planet ini, bukan berarti harus dengan pergi ke hutan hanya untuk menanam satu pohon. kamu dapat melakukan hal yang sama dengan tepat cukup dihalaman belakang atau depan rumah kamu.

Kamu akan selalu dapat melakukan sesuatu dari rumah kamu yang nyaman, mungkin itu dari go green, go clean ataupun kedua-duanya, ingat kamu juga dapat go save! Mulai dari sekarang bukan besok. Usahakan untuk mengurangi limbah rumah tangga. Juga, pergunakan kembali, daur ulang ( 3R ) Reuse Reduce Recycle

Terakhir, mendukung penggunaan produk-produk daur ulang dan memanfaatkan produk tersebut secara penuh juga merupakan salah satu cara untuk membantu menyelamatkan planet kita ini.


Salam go green J


Senin, 30 Juni 2014

PEMIMPIN DI MASA DEPAN

PEMIMPIN DI MASA DEPAN


  
Beberapa bulan lagi negara kita akan menggelar pesta demokrasi, ajang pemilihan pemimpin yang yang akan memimpin Indonesia. Di sanalah nasib jutaan rakyat Indonesia dipertaruhkan, apakah akan ada lebih baik, stagnan, atau malah semakin terpuruk negara kita ?

Inilah pertanyaan bagi pemimpin di masa depan yang selalu di pertanyakan oleh rakyat. Apakah pemimpin di masa depan ini bakal bisa memimpin Indonesia yang lebih baik,maju,adil, dan makmur  atau hanya akan membawa Inonesia ke arah yang lebih terpuruk atau hanya jalan di tempat.

Memilih seorang pemimpin bukan perkara mudah, tak sekedar masuk bilik, mencontreng lalu pulang. Tak bisa hanya dilihat sepintas wajahnya, atau membaca sekilas profilnya, lantas begitu saja masyarakat memilih. Namun harus benar-benar dipikirkan dengan hati yang lurus dan pemikiran yang jernih. Butuh pendalaman visi dan misi dari para calon pemimpin yang berlaga.

Namun sayang, bagai mencari jarum di tumpukan jerami, seakan suatu khayalan menemukan pemimpin sejati saat ini. Hingga kini para calon pemimpin, bahkan yang telah duduk di kursi kepemimpinan hanyalah mengandalkan pencitraan belaka. Bahkan sebagian sekedar jual tampang dan popularitas. Banyak juga yang di awal kampanye getol menentang korupsi, ternyata malah tersandung kasus korupsi uang rakyat.

Rakyat hanya butuh pemimpin yang dekat dengan mereka, yang bisa mendengar jeritan mereka, jujur dan amanah dalam memegang janji. Bukan yang hanya sekedar mengubar janji lalu melupakan dan megabaikan jani tersebut.


Semoga pemimpin negara yang akan memimpin Indonesia membawa perubahan yang lebih baik untuk Indonesia ke depannya. 

Minggu, 15 Juni 2014

HITAM PUTIH KEHIDUPAN KAMPUS

Termasuk Golongan Manakah Anda ???


Menyandang predikat mahasiswa adalah dambaan banyak orang. Banyak hal yang membuat predikat yang satu ini menjadi incaran dan rebutan bagi siapapun yang suka kenikmatan dunia, antara lain memuaskan dahaga akan ilmu, atau ingin meningkatkan status sosial ekonomi kelak di kemudian hari, bahkan ada juga yang sekedar buat gengsi dan kesenangan. Berbagai alasan inilah yang kelak akan menentukan tipe mahasiswa apakah dia berkiprah di bangku perkuliahan atau tidak, di samping faktor lain yaitu pergaulan yang dipilih.

Menjadi seorang mahasiswa bukanlah hal mudah, namun bisa dipermudah jika kita mau untuk menjalaninya dengan baik. Caranya, kita harus menjalankan kewajiban kita sebagai mahasiswa dengan semestinya. Menjadi mahasiswa jangan hanya sebatas mahasiswa biasa. Kita harus mengikuti arus pergaulan kampus, tentunya pergaulan yang memberikan dampak positif bagi perkuliahan kita.

Nah, kalian pasti pernah dengar istilah “mahasiswa kupu – kupu” alias kuliah pulang – kuliah pulang. Mahasiswa kupu-kupu maksudnya mahasiswa yang kegiatan sehari-harinya kuliah setelah itu langsung pulang. Kalau ada kegiatan tambahan mungkin hanya ke Perpustakaan Kampus dan mereka Apatis terhadap organisasi kemahasiswaan tentu saja merupakan mahasiswa yang hanya memikirkan aktifitas perkuliahannya saja. Ciri-ciri yang telah menjadi kebiasaan mereka yaitu Pada umumnya mahasiswa kupu-kupu mempunyai Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) tiga koma lima keatas. Mahasiswa kupu-kupu juga gampang dikenali ketika dikampus. Yakni mahasiswa yang frekuensi kuliahnya tinggi karena selalu mengambil 24 SKS. Akan tetapi mahasiswa jenis ini biasanya tidak terlalu lama tinggal di kampus, diperkirakan usia mereka dikampus antara 3,5-4,5 tahun.

Adapula istilah “mahasiswa kunang-kunang” yaitu kuliah nangkring – kuliah nangkring atau biasa disebut juga nongkrong. Mahasiswa tipe seperti ini biasa ditemukan di tempat-tempat yang ramai seperti rental playstation, kafe, atau pinggir warung. Mereka sering berkumpul hanya untuk santai selepas kuliah atau bercengkrama dengan beberapa teman. Mahasiswa ini relatif lebih mudah ditemui ketimbang mahasiswa kupu-kupu. Karena tempat nangkringnya yang cukup banyak tersebar disekitar kampus. Biasanya mahasiswa jenis ini mempunyai IPK yang tidak terlalu tinggi dan tidak jarang rendah.

Dan juga terdapat juga mahasiswa kuliah rapat – kuliah rapat atau biasa disebut juga “mahasiswa kura-kura”. Cara menemui mahasiswa golongan ini tidak susah. Jika dikampus ada kegiatan semisal diskusi publik atau seminar, mahasiswa golongan ini akan hidup disitu. Entah sebagai peserta, panitia, moderator, atau bahkan pembicara. Tempat lain yang menjadi habitat mahasiswa golongan ini adalah sekretariat organisasinya. Baik sekretariat Unit Kegiatan Mahasiswa, sekretariat Badan eksekutif Mahasiswa, sekretariat Himpunan Mahassiswa dan sekretariat organisasi mahasiswa lainnya. Populasi mahasiswa golongan ini termasuk sedikit, bisa dikatakan hanya 10-15% dari jumlah mahasiswa aktif di setiap kampus. Namun usia mereka ketika hidup dikampus relatif lama, antara 4-7 tahun. Bahkan ada yang sampai berusia 9 tahun.

Nah, dari ketiga kriteria mahasiswa tersebut sekarang tergantung kita, ingin menjadi mahasiswa kupu – kupu, kunang – kunang atau kura – kura  ? dari setiap criteria tersebut mempunyai dampak positif dan negative, tetapi kembali lagi kepada diri sendiri bagaimana kita menyikapi hal tersebut.  Tetapi ada baiknya kalau kita bisa menjadi mahasiswa yang aktif di perkuliahan maupun di luar perkuliahan. Ada pesan yang sangat bermakna bagi kita yang statusnya mahasiswa, khususnya mahasiswa baru, Janganlah hanya menjadi mahasiswa seperti batu yang terselip dalam pondasi, yang hanya bertahan pada satu tempat berdiam. Sama halnya dengan mahasiswa yang hanya duduk di bangku kuliah tanpa memberikan umpan balik dalam perkuliahan. Janganlah cukup menjadi “mahasiswa kupu-kupu” yang artinya mahasiswa tersebut hanya datang untuk perkuliahan semata. Sementara untuk informasi lainnya yang ada di kampus tidak ia hiraukan jika tidak ada sangkut pautnya dengan mata kuliah.



Termasuk golongan manakah Anda ???

Minggu, 30 Maret 2014

PENDAKIAN PUNCAK GUNUNG SINABUNG



Menapakaki Puncak Tertinggi Gunung Sinabung


     Perjalanan ini sebenarnya tidak pernah di rencanakan sama sekali, dan aku juga tidak terpikirkan akan pergi mendaki gunung sinabung di saat saat setelah ujian sekolah selesai. hari terkahir setelah ujian sekolah selesai, aku dan teman - temanku yang biasa nongkrong kumpul di bawah pohon. Awalnya tidak ada terpikirkan oleh kami untuk membicarakan soal pendakian, tetapi teman ku alex tiba - tiba saja nyeletuk tentang kejenuhan tugas dan ujian sekolah ini, akhirnya kami membuat satu planning untuk pergi liburan ke satu tempat yang bisa menenangkan pikiran kami.


     Akhirnya tecetuslah oleh kami soal pendakian menuju puncak gunung sinabung. esoknya aku dan teman - teman ku pun berkumpul di gedung olahraga untuk pergi berangkat ke gunung sinabung, kalau bisa di bilang, persiapan mendaki kami tidak begitu matang dan itu terkesan kepepet. hahaha

    Akhirnya kami pun berangkat dengan peralatan seadanya dan stock makanan yang secukupnya untuk berangkat ke kabanjahe, dekat danau lau kawarr dimana gunung sinabung berada berdiri tegak dan kokoh di bawah danau lau kawar. kami pun sampai di kota kabanjahe kabupaten Karo, kami ingin melanjutkan perjalanan ke kecamatan Naman Teran, Kabupaten Karo, Provinsi Sumatera Utara, tetapi perjalan kami terhambat di karenakan kami tidak mendapatkan bis ke sana karena hari sudah larut malam, akhirnya kami memutuskan untuk beristirahat malam ini di masjid kota kabanjahe.

     Ke esokan Harinya kami pun melanjutkan perjalanan kami ke kecamatan Naman Teran, dimana gunung sinabung berada. sesampainya di sana kami pun melakukan persiapan untuk logistik dan registrasi. sebelum kami memulai pendakian kami berdoa terlebih dahulu, di pintu gerbang utama hutan rimba gunung sinabung.

      kami pun mulai mendaki, selangkah demi selangkah di jalan setapak hutan menuju puncak gunung sinabung, di tengah perjalanan tiba tiba saja temanku alex, lehernya di gigit oleh serangga yang ada di hutan itu, dia merintih kesakitan, badannya tiba tiba meriang dan tak kuasa melangkahkan dan melanjutkan perjalanan menuju puncak. kami pun berhenti sejenak untuk merawat dia dan menunggu keadaan dia pulih, kami pun membangun tenda di pos pemberhentian ke 2. malam pun tiba, akhirnya teman ku alex sudah mulai membaik, jadi kami terus memotivasi dia agar tidak menyerah begitu saja, karena langkah kita sudah begitu jauh dan langkah ini tidak akan berhenti di sini. akhirnya kami memutuskan akan melanjutkan pendakian menuju puncak sinabung jam 01.00 WIB, untuk mendaptakan sunrise.

     Kami pun beristirahat sejenak untuk mengumpulkan energi dalam menuju pendakian nanti jam 01.00 dini hari nanti. waktu pun menunjukkan pukul 01.00 WIB, kami pun bangun dan mempersiapkan logistik dan peralatan yang akan di bawa menuju puncak, tetapi tas, baju baju dan tenda kami tinggal di pos ke 2 karena itu bakal memberatkan perjalanan menuju pendakian, karena perjalanan ke puncak sangat terjal.

     Kami pun melangkah dan melanjutkan pendakian , langkah demi langkah aku langkahkan. akhirnya kami pun sampai di puncak tertinggi gunung sinabung tepat pada pukul 05.15 WIB, ternyata pendakian ku menuju puncak sinabung berhasil aku taklukkan bersama ke 4 sahabat ku alex,bonar,luksy dan lilo, aku bersyukur kepada Allah SWT karea bisa berhasil mencapai puncak. 

   Woww, subhanallah pemandangannya dari puncak sinabung begitu luar biasaa dan menakjubkan, aku bisa melihat daratan sumatera utara dari puncak ini, subhanallah Allah SWT menciptakan bumi yang seindah ini dan se fantassis ini...di atas puncak aku juga semakin merasa dekat dengan Allah SWT. sungguh luar biasa pendakian kali ini dan ini menjadi perjalana yang tidak akan pernah aku lupakan.

   Dari perjalanan dan pendakian ini aku belajar tentang arti kata pantang menyerah persahabatan, dan kebersamaan. jadi apapun cita cita yang ingin kita gapai, gantungkan itu tepat 5 cm di depan mata kita dan jangan pernah menyerah karena cita cita itu bakal tercapai walaupun banyak rintangan yang menghadang, tetapi kita pasti bisa melewati rintangan tersebut. so never give up teman teman. :)

















DEMOKRASI INDONESIA MAU DIBAWA KEMANA


DEMOKRASI INDONESIA MAU DI BAWA KEMANA ??


BAB I


PENDAHULUAN


A. Latar Belakang


Sebelum kita mengetahui tentang demokrasi yang berkembang di indonesia, ada baiknya kita tahu dulu apa itu demokrasi ?

Demokrasi adalah pemerintahan dari rakyat, oleh rakyat, dan untuk rakyat. Demokrasi merupakan bentuk pemerintahan politik yang kekuasaan pemerintahannya berasal dari rakyat.

Kesadaran akan pentingnya demokrasi sekarang ini sangat tinggi. Hal ini dapat dilihat dari peran serta rakyat Indonesia dalam melaksanakan Pemilihan Umum baik yang dilaksakan oleh pemerintah pusat dan pemerintah daerah. Ini terlihat dari jumlah pemilih yang tidak menggunakan hak pilihnya yang sedikit. Pemilihan umum ini langsung dilaksanakan secara langsung pertama kali

untuk memilih presiden dan wakil presiden serta anggota MPR, DPR, DPD, DPRD di tahun 2004. Walaupun masih terdapat masalah yang timbul ketika waktu pelaksanaan. Tetapi masih dapat dikatakan sukses.

Setelah suksesnya Pemilu tahun 2004, mulai bulan Juni 2005 lalu di 226 daerah meliputi 11 propinsi serta 215 kabupaten dan kota, diadakan Pilkada untuk memilih para pemimpin daerahnya. Sehingga warga dapat menentukan peminpin daerahnya menurut hati nuraninya sendiri. Tidak seperti tahun tahun yang dahulu yang menggunakan perwakilan dari partai. Namun dalam pelaksanaan pilkada ini muncul penyimpangan penyimpangan. Mulai dari masalah administrasi bakal calon sampai dengan yang berhubungan dengan pemilih.


B. Rumusan Masalah

1. Bagaimana Demokrasi di Indonesia Sekarang Ini?

C. Tujuan

Tujuan penulisan makalah ini adalah dapat mengerti tentang demokrasi di Indonesia sekarang ini dan peran demokrasi itu sendiri terhadap Pembangunan Nasional negara Indonesia.

BAB II

TEORI-TEORI

A. Pengertian Demokrasi


Menurut Internasional Commision of Jurits

Demokrasi adalah suatu bentuk pemerintahan oleh rakyar dimana kekuasaan tertinggi ditangan rakyat dan di jalankan langsung oleh mereka atau oleh wakil-wakil yang mereka pilih dibawah sistem pemilihan yang bebas. Jadi, yang di utamakan dalam pemerintahan demokrasi adalah rakyat.

Menurut Lincoln

Demokrasi adalah pemerintahan dari rakyat, oleh rakyat, dan untuk rakyat (government of the people, by the people, and for the people).

BAB III

PEMBAHASAN


A. Demokrasi Di Indonesia Saat Ini


Demokrasi Indonesia pasca kolonial, kita mendapati peran demokrasi yang makin luas. Di zaman Soekarno, kita mengenal beberapa model demokrasi. Partai-partai Nasionalis, Komunis bahkan Islamis hampir semua mengatakan bahwa demokrasi itu adalah sesuatu yang ideal. Bahkan bagi mereka, demokrasi bukan hanya merupakan sarana, tetapi demokrasi akan mencapai sesuatu yang ideal. Bebas dari penjajahan dan mencapai kemerdekaan adalah tujuan saat itu, yaitu mencapai sebuah demokrasi. Oleh karena itu, orang makin menyukai demokrasi.

Demokrasi yang berjalan di Indonesia saat ini dapat dikatakan adalah Demokrasi Liberal. Dalam sistem Pemilu mengindikasi sistem demokrasi liberal di Indonesia antara lain sebagai berikut:

1. Pemilu multi partai yang diikuti oleh sangat banyak partai. Paling sedikit sejak reformasi, Pemilu diikuti oleh 24 partai (Pemilu 2004), paling banyak 48 Partai (Pemilu 1999). Pemilu bebas berdiri sesuka hati, asal memenuhi syarat-syarat yang ditetapkan KPU. Kalau semua partai diijinkan ikut Pemilu, bisa muncul ratusan sampai ribuan partai.

2. Pemilu selain memilih anggota dewan (DPR/DPRD), juga memilih anggota DPD (senat). Selain anggota DPD ini nyaris tidak ada guna dan kerjanya, hal itu juga mencontoh sistem di Amerika yang mengenal kedudukan para anggota senat (senator).

3. Pemilihan Presiden secara langsung sejak 2004. Bukan hanya sosok presiden, tetapi juga wakil presidennya. Untuk Pilpres ini, mekanisme nyaris serupa dengan pemilu partai, hanya obyek yang dipilih berupa pasangan calon. Kadang, kalau dalam sekali Pilpres tidak diperoleh pemenang mutlak, dilakukan pemilu putaran kedua, untuk mendapatkan legitimasi suara yang kuat.

4. Pemilihan pejabat-pejabat birokrasi secara langsung (Pilkada), yaitu pilkada gubernur, walikota, dan bupati. Lagi-lagi polanya persis seperti pemilu Partai atau pemilu Presiden. Hanya sosok yang dipilih dan level jabatannya berbeda. Disana ada penjaringan calon, kampanye, proses pemilihan, dsb.

5. Adanya badan khusus penyelenggara Pemilu, yaitu KPU sebagai panitia, dan Panwaslu sebagai pengawas proses pemilu. Belum lagi tim pengamat independen yang dibentuk secara swadaya. Disini dibutuhkan birokrasi tersendiri untuk menyelenggarakan Pemilu, meskipun pada dasarnya birokrasi itu masih bergantung kepada Pemerintah juga.

6. Adanya lembaga surve, lembaga pooling, lembaga riset, dll. yang aktif melakukan riset seputar perilaku pemilih atau calon pemilih dalam Pemilu. Termasuk adanya media-media yang aktif melakukan pemantauan proses pemilu, pra pelaksanaan, saat pelaksanaan, maupun paca pelaksanaan.

7. Demokrasi di Indonesia amat sangat membutuhkan modal (duit). Banyak sekali biaya yang dibutuhkan untuk memenangkan Pemilu. Konsekuensinya, pihak-pihak yang berkantong tebal, mereka lebih berpeluang memenangkan Pemilu, daripada orang-orang idealis, tetapi miskin harta.Akhirnya, hitam-putihnya politik tergantung kepada tebal-tipisnya kantong para politisi.

Semua ini dan indikasi-indikasi lainnya telah terlembagakan secara kuat dengan payung UU Politik yang direvisi setiap 5 tahunan. Sehingga dapat disimpulkan bahwa sistem demikian telah menjadi realitas politik legal dan memiliki posisi sangat kuat dalam kehidupan politik nasional.

Pesta demokrasi yang kita gelar setiap 5 tahun ini haruslah memiliki visi kedepan yang jelas untuk membawa perubahan yang fundamental bagi bangsa Indonesia yang kita cintai ini, baik dari segi perekonomian, pertahanan, dan persaiangan tingkat global. Oleh karena itu, sinkronisasi antara demokrasi dengan pembangunan nasional haruslah sejalan bukan malah sebaliknya demokrasi yang ditegakkan hanya merupakan untuk pemenuhan kepentingan partai dan sekelompok tertentu saja.

Jadi, demokrasi yang kita terapkan sekarang haruslah mengacu pada sendi-sendi bangsa Indonesia yang berdasarkan filsafah bangsa yaitu Pancasila dan UUD 1945.

BAB V

PENUTUP

A. Kesimpulan

Dari pengalaman masa lalu bangsa kita, kelihatan bahwa demokrasi belum membudaya. Kita memang telah menganut demokrsai dan bahkan telah di praktekan baik dalam keluarga, masyarakat, maupun dalam kehidupan bebangsa dan bernegara. Akan tetapi, kita belum membudanyakannya. Membudaya berarti telah menjadi kebiasaan yang mendarah daging. Mengatakan “Demokrasi telah menjadi budaya” berarti penghayatan nilai-nilai demokrasi telah menjadi kebiasaan yang mendarah daging di antara warga negara. Dengan kata lain, demokrasi telah menjadi bagian yang tidak dapat dipisah-pisahkan dari kehidupanya. Seluruh kehidupanya diwarnai oleh nilai-nilai demokrasi.Namun, itu belum terjadi. Di media massa kita sering mendengar betapa sering warga negara, bahkan pemerintah itu sendiri, melanggar nilai-nilai demokrasi. Orang-orang kurang menghargai kebabasan orang lain, kurang menghargai perbedaan, supremasi hukum kurang ditegakan, kesamaan kurang di praktekan, partisipasi warga negara atau orang perorang baik dalam kehidupan sehari-hari maupun dalam kehidupan pilitik belum maksimal, musyawarah kurang dipakai sebagai cara untuk merencanakan suatu program atau mengatasi suatu masalah bersama, dan seterusnya. Bahkan dalam keluarga dan masyarakat kita sendiri, nilai-nilai demokrasi itu kurang di praktekan.



DAFTAR PUSTAKA

http://id.wikipedia.org/wiki/Demokrasi. tanggal 21 April 2009 pukul. 19.20 WIB
Dahlan, Saronji, , S.Pd, M.Pd. Pendidikan Kewarganegaraan,Yogyakarta,2003
Alfian dan Oetojo Oesman, Demokrasi Indonesia, Jakarta,2002
Wijianti, S.Pd. dan Aminah Y., Siti, S.Pd “ Kewarganegaraan (Citizenship)”. Jakarta,2006